kanker serviks stadium 2 ( Dua ) cara mengenali ciri-cirinya!!!

Ciri-ciri kanker serviks stadium 2 ( Dua ) yang dapat kita kenali.


  • Keputihan
Penyebab keputihan pada kanker serviks dapat dikenali apabila masing-masing orang peduli dan memperhatikan perubahan pada tubuhnya. Keputihan pada penderita kanker stadium 2 sudah menunjukkan perubahan warna kecoklatan bahkan bercampur dengan darah. Selain itu, bau yang ditimbulkan sangat tidak sedap. Maka dari itu, sayangi tubuh Anda.
  • Nyeri disekitar area kewanitaan dan panggul
Nyeri seringkali dirasakan pada penderita kanker serviks yaitu pada sekitar area kewanitaan dan panggul. Hal ini dikarenakan sel kanker mulai merusak sel-sel tubuh yang normal. Saat tubuh mengalami perubahan, maka akan mengirimkan sinyal, yaitu nyeri. Nyeri ini sebagai bentuk bahwa ada bagian tubuh yang terluka akibat mengalami kerusakan sel. Untuk mengurangi atau mencegah meningkatnya stadium kanker, maka Anda dapat mengkonsumsi makanan pencegah makanan kanker serviks.
  • Pendarahan
Munculnya pendarahan di luar siklus menstruasi pada wanita dapat dijadikan sebagai tanda bahwa tubuh sedang mengalami sesuatu yang tidak wajar. Anda perlu mewaspadai jika disertai dengan gejala lain yang telah disebutkan dalam artikel ini. Pendarahan muncul karena sel kanker telah merusak sel lainnya, salah satunya adalah sel darah yang berada pada sekitar area kanker, sehingga tidak menutup kemungkinan pasien kanker serviks stadium 2 akan mengalami pendarahan.
  • kaki yang membengkak
Pembengkakan pada kaki sebagai akibat dari peredaran darah yang kurang lancar. Selain itu pembengkakan juga dipengaruhi faktor perubahan hormon akibat pengaruh dari perkembangan sel kanker.
  • sakit saat berhubungan seks
Nyeri saat berhubungan seks adalah hal biasa, namun jika Anda mengalami rasa nyeri dalam waktu yang cukup lama maka Anda perlu segera memeriksakan ke dokter sehingga Anda dapat segera memperoleh penanganan yang tepat.
  • Mudah lelah
Perasaan mudah lelah akan dialami oleh penderita kanker serviks yang sudah memasuki stadium 2. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa sel tubuh sudah mulai mengalami kerusakan dan juga daya tahan tubuh yang juga mulai menurun. Untuk mengantisipasi hal ini penderita kanker harus segera mengkonsumsi makanan yang dapat membantu untuk meningkatkan stamina.
  • kurang nafsu makan
Penurunan nafsu makan disebabkan karena perkembangan sel kanker mempengaruhi sistem hormon yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan. Selain itu, dengan berkurangnya nafsu makan secara langsung akan mengurangi berat badan penderita. Hal ini disebabkan kondisi tubuh yang kurang fit membuat menurunya sensitifitas indera perasa.
  • sakit saat buang air kecil

Sel kanker serviks yang semakin berkembang akan mendesak organ lain disekitarnya. Salah satu bagian penting tubuh yang terdesak adalah saluran kencing. Semakin ukuran sel kanker membesar, maka semakin itu pula sel kanker yang sedang tumbuh akan mendesak organ tubuh lainnya. Nyeri saat buang air kecil disebabkan saluran kencing yang terdesak membuat air seni yang akan dikeluarkan tidak dapat mengalir dengan leluasa, sehingga saraf sekitarnya memberikan rasa nyeri.

Kanker Serviks


Kanker serviks terdiri dari beberapa tipe. Tipe yang paling umum adalah squamous cell carcinoma (SCC) yang merupakan 80-85% dari seluruh kanker serviks. Penyebab utamanya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Sedangkan beberapa tipe kanker serviks lainnya adalah adenocarcinoma, adenosquamos, small cell carcinoma, melanoma dan juga lymphoma.

Beberapa jenis kanker serviks tersebut merupakan kanker serviks langka yang tidak berkaitan
dengan Human Papilloma Virus.
Gejala kanker serviks pada tahap dini tidak menimbulkan gejala. Hanya saja beberapa kondisi dimana wanita mengalami perubahan seperti mengalami pendarahan, merasakan sakit punggung diluar menstruasi, kemudian sakit apabila buang air kecil ditandai dengan air seni yang keruh.

Selanjutnya dengan konstipasi dan perasaan kembung dalam keadaan perut kosong. Kemudian wanita yang terserangn infeksi HPV akan mengalami rasa nyeri pada saat melakukan hubungan intim. Tanda yang paling sering dialami adalah mengalami keputihan yang abnormal. Bahkan beberapa kondii seperti kaki mengalami bengkak dan kebocoran urin harus dicurigai sebagai tanda kanker serviks.

Pemeriksaan kesehatan yang berhubungan kanker serviks dapat dilakukan, salah satunya dengan melakukan pap smear untuk mengetahui kondisi sel serviks. Kondisi ini sekaligus dapat menjadi pencegahan dini pada kanker serviks. Apabila hasil pap smear ditemukan abnormal pemeriksaan dan pengobatan dini akan membantu mengurangi risiko terjadinya kanker serviks.

Pap smear mampu mengidentifikasi carcinoma in situ (CIS) pada serviks. Hal inilah wanita direkomendasikan untuk melakukan pap smear sekurang-kurangnya setahun sekali dari awal melakukan hubungan seksual. CIN tidak tumbuh pada wanita yang sudah mengalami infeksi HPV dan juga tidak semua wanita memiliki CIN kanker serviks. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang mampu menyembuhkan infeksi HPV.


Kesimpulan



Dengan demikian kanker serviks merupakan jenis kanker yang sangat mengancam wanita kedua setelah kanker payudara. Penyebab utama dari kanker serviks adalah virus,
perantara dari penyebaran virus dapat dari hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan.


Selain itu pada pria dapat menjadi media untuk memindahkan virus dari penderita ke
wanita lainnya melalui hubungan intim.
Kanker serviks dibedakan berdasarkan pengobatan dan penyebaran yaitu stadium awal,
stadium lanjut dan stadium akhir. Pada stadium awal kanker jarang sekali ditemui, sedangkan pada tadium lanjut yaitu stadium 2 dan stadium 3, umumnya wanita penderita kanker serviks mengalami beberapa keluhan. Keluhan yang dialami oleh wanita yang mengalami kanker serviks memang sulit dibedakan dengan gejala penyakit yang berhubungan dengan reproduksi.

Pemeriksaan lebih lanjut apabila ditemukan keluhan pada wanita yang berhubungan dengan alat reproduksi memang penting. Apalagi untuk kanker serviks, semakin ditemukan lebih dini maka pencegahan dapat dilakukan. Pemeriksaan dapat melalui berbagai cara, salah satunya dengan pap smear untuk mengetahui kondisi serviks. Apabila ditemukan infeksi HPV maka dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih sering sehingga membantu dalam pengobatan.

Pada stadium 2, apabila wanita dengan kanker serviks ditemukan pada stadium 2 maka dapat dilakukan beberapa tindakan. Salah satunya dengan melakukan pembedahan, mengangkat sel kanker yang berada di serviks selanjutnya apabila berada di stadium 2B atau lebih dari masa stadium tersebut maka dapat dilakukan kemoterapi bahkan dapat pula dilakukan kombinasi pengobatan secara oral dan kemoterapi. Dukungan dari lingkungan sangat diperlukan untuk membuat wanita dengan kanker serviks mampu melewati pengobatan yang diberikan oleh ahli medis dalam membantu mengurangi penyebaran sel kanker pada serviks.


0 Response to "kanker serviks stadium 2 ( Dua ) cara mengenali ciri-cirinya!!!"

Post a Comment