Ciri-ciri kanker serviks stadium 2 ( Dua ) yang dapat kita kenali.

- Keputihan
- Nyeri disekitar area kewanitaan dan panggul
- Pendarahan
- kaki yang membengkak
- sakit saat berhubungan seks
- Mudah lelah
- kurang nafsu makan
- sakit saat buang air kecil
Sel kanker serviks yang semakin berkembang akan mendesak organ lain disekitarnya. Salah satu bagian penting tubuh yang terdesak adalah saluran kencing. Semakin ukuran sel kanker membesar, maka semakin itu pula sel kanker yang sedang tumbuh akan mendesak organ tubuh lainnya. Nyeri saat buang air kecil disebabkan saluran kencing yang terdesak membuat air seni yang akan dikeluarkan tidak dapat mengalir dengan leluasa, sehingga saraf sekitarnya memberikan rasa nyeri.
Kanker Serviks
Kanker serviks terdiri dari beberapa tipe. Tipe yang paling umum adalah squamous cell carcinoma (SCC) yang merupakan 80-85% dari seluruh kanker serviks. Penyebab utamanya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Sedangkan beberapa tipe kanker serviks lainnya adalah adenocarcinoma, adenosquamos, small cell carcinoma, melanoma dan juga lymphoma.
Beberapa jenis kanker serviks tersebut merupakan kanker serviks langka yang tidak berkaitan
dengan Human Papilloma Virus.
Gejala kanker serviks pada tahap dini tidak menimbulkan gejala. Hanya saja beberapa kondisi dimana wanita mengalami perubahan seperti mengalami pendarahan, merasakan sakit punggung diluar menstruasi, kemudian sakit apabila buang air kecil ditandai dengan air seni yang keruh.
Selanjutnya dengan konstipasi dan perasaan kembung dalam keadaan perut kosong. Kemudian wanita yang terserangn infeksi HPV akan mengalami rasa nyeri pada saat melakukan hubungan intim. Tanda yang paling sering dialami adalah mengalami keputihan yang abnormal. Bahkan beberapa kondii seperti kaki mengalami bengkak dan kebocoran urin harus dicurigai sebagai tanda kanker serviks.
Pemeriksaan kesehatan yang berhubungan kanker serviks dapat dilakukan, salah satunya dengan melakukan pap smear untuk mengetahui kondisi sel serviks. Kondisi ini sekaligus dapat menjadi pencegahan dini pada kanker serviks. Apabila hasil pap smear ditemukan abnormal pemeriksaan dan pengobatan dini akan membantu mengurangi risiko terjadinya kanker serviks.
Pap smear mampu mengidentifikasi carcinoma in situ (CIS) pada serviks. Hal inilah wanita direkomendasikan untuk melakukan pap smear sekurang-kurangnya setahun sekali dari awal melakukan hubungan seksual. CIN tidak tumbuh pada wanita yang sudah mengalami infeksi HPV dan juga tidak semua wanita memiliki CIN kanker serviks. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang mampu menyembuhkan infeksi HPV.
Kesimpulan
Dengan demikian kanker serviks merupakan jenis kanker yang sangat mengancam wanita kedua setelah kanker payudara. Penyebab utama dari kanker serviks adalah virus,
perantara dari penyebaran virus dapat dari hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan.
Selain itu pada pria dapat menjadi media untuk memindahkan virus dari penderita ke
wanita lainnya melalui hubungan intim.
Kanker serviks dibedakan berdasarkan pengobatan dan penyebaran yaitu stadium awal,
stadium lanjut dan stadium akhir. Pada stadium awal kanker jarang sekali ditemui, sedangkan pada tadium lanjut yaitu stadium 2 dan stadium 3, umumnya wanita penderita kanker serviks mengalami beberapa keluhan. Keluhan yang dialami oleh wanita yang mengalami kanker serviks memang sulit dibedakan dengan gejala penyakit yang berhubungan dengan reproduksi.
Pemeriksaan lebih lanjut apabila ditemukan keluhan pada wanita yang berhubungan dengan alat reproduksi memang penting. Apalagi untuk kanker serviks, semakin ditemukan lebih dini maka pencegahan dapat dilakukan. Pemeriksaan dapat melalui berbagai cara, salah satunya dengan pap smear untuk mengetahui kondisi serviks. Apabila ditemukan infeksi HPV maka dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih sering sehingga membantu dalam pengobatan.
0 Response to "kanker serviks stadium 2 ( Dua ) cara mengenali ciri-cirinya!!!"
Post a Comment